|
Doa harus menjadi kesukaan umat Tuhan. Mengapa para pemain golf rela berlama-lama berada di bawah panas terik matahari? Mengapa ada orang yang betah selama berjam-jam duduk menonton di depan televisi? Jawabannya sederhana saja, yaitu karena mereka suka melakukan hal itu. Demikian juga halnya dengan doa. Doa harus menjadi kesukaan bagi umat Tuhan.
Doa sebagai Ungkapan Rasa Cinta kepada Allah
Rasa cinta kepada Allah berarti menyukai Allah, hadirat-Nya, dan kasih-Nya. Dalam Keluaran 33, kita membaca bahwa sewaktu Musa sedang tawar-menawar dengan Tuhan untuk meminta penyertaan Tuhan, Musa mendirikan Kemah Pertemuan [ayat 7]. Setiap orang yang ingin mencari Tuhan dapat masuk ke kemah itu.
Lalu dalam Keluaran 33:11b dikatakan "Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu." Bukanlah suatu keharusan / kewajiban bagi Yosua untuk berada di dalam Kemah Pertemuan itu. Yosua bukanlah seorang penjaga kemah. Ia berada di dalam kemah itu, karena ia suka mencari Tuhan. Demikian pulalah hendaknya hal ini berlaku bagi kita. Janganlah kita merasa bahwa doa adalah suatu beban atau suatu keharusan sebagai orang Kristen, melainkan biarlah doa itu menjadi suatu kesukaan bagi umat Tuhan.
|